Konfigurasi DNS Server pada Debian
Debian merupakan salah satu distro linux yang cukup dikenal oleh masyarakat indonesia. Operating System (OS) Debian pertama kali diperkenalkan pada 16 Agustus 1993 oleh Ian Murdock, seorang mahasiswa di Universitas Purdue, Jerman. Awalnya Murdock menyebut sistemnya dengan sebutan "Debian Linux Release". Murdock meluncurkan distribusi baru Linux karena termotivasi oleh kurangnya
perawatan dan juga lemahnya pertahanan distribusi Linux sebelumnya terhadap bugs.
Dalam Debian Manifesto, Murdock menginginkan agar distribusi Debian dikembangkan secara terbuka dengan semangat Linux dan GNU. Dia memberi nama Debian sebagai gabungan kata dari nama pacarnya (sekarang istrinya) Debra dan namanya sendiri. Proyek Debian tumbuh secara lamban pada awalnya dan me-rilis versi 0.9x pada tahun 1994 dan 1995. Port pertama yang dikembangkan untuk arsitektur computer lain dimulai pada 1995 dan versi 1.x Debian mulai di-rilis pada tahun 1996.
Debian Lenny merupakan seri ke-lima dari keluarga Debian. Sama seperti Linux pada umumnya, Debian Lenny dapat difungsikan sebagai server maupun client. Kali ini, saya akan menceritakan cara membuat DNS server pada Debian Lenny.
Perlu diingat, hampir semua konfigurasi server pada linux menggunakan console (command line). Sehingga jika ingin menggunakan server dari linux, sebaiknya sering-seringlah menulis dengan cermat. Salah satu huruf, bisa saja server itu tidak akan berjalan.
Untuk dapat menginstal paket untuk DNS dan mengkonfigurasinya, kita perlu masuk ke super user (root). Pada Debian Lenny disediakan console khusus untuk root. Hal lain yang perlu di ingat, pengeditan file konfigurasi hanya bisa dilakukan dengan aplikasi yang bersifat sederhana (misal : nano, pico, vi). Dalam artikel ini, saya menggunakan aplikasi nano.
• Masuk ke console sebagai root
Klik Application->Accessories->Root Terminal.
Menuliskan password root anda ketika diminta.
• Instal bind 9
apt-get install bind9
• Edit file named.conf
nano /etc/bind/named.conf
// This is the primary configuration file for the BIND DNS server named.
//
// Please read /usr/share/doc/bind9/README.Debian.gz for information on the
// structure of BIND configuration files in Debian, *BEFORE* you customize
// this configuration file.
//
// If you are just adding zones, please do that in /etc/bind/named.conf.local
include “/etc/bind/named.conf.options”;
// prime the server with knowledge of the root servers
zone “.” {
type hint;
file “/etc/bind/db.root”;
};
// be authoritative for the localhost forward and reverse zones, and for
// broadcast zones as per RFC 1912
zone “smkn1bawang.sch.id.” {
type master;
file “/etc/bind/db.debian”;
};
zone “200.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.200″;
};
zone “0.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.0″;
};
zone “255.in-addr.arpa” {
type master;
file “/etc/bind/db.255″;
};
include “/etc/bind/named.conf.local”;
• copy file db.local pada folder /etc/bind/ menjadi db.debian dan db.debian2
cp /etc/bind/db.local /etc/bind/db.debian
• edit file db.debian nano /etc/bind/db.debian
;
; BIND data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA smkn1bawang.sch.id. root.smkn1bawang.sch.id. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS smkn1bawang.sch.id.
@ IN A 200.100.50.25
www IN A 200.100.50.25
• copy file db.127 pada folder /etc/bind/ menjadi db.200
cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/db.200
• edit file db.200
nano /etc/bind/db.200
;
; BIND reverse data file for local loopback interface
;
$TTL 604800
@ IN SOA smkn1bawang.sch.id. root.smkn1bawang.sch.id. (
1 ; Serial
604800 ; Refresh
86400 ; Retry
2419200 ; Expire
604800 ) ; Negative Cache TTL
;
@ IN NS smkn1bawang.sch.id.
25.50.100 IN PTR smkn1bawang.sch.id.
www IN PTR smkn1bawang.sch.id.
;
• Jalankan DNS Server :
/etc/init.d/bind9 restart
Stopping domain name service…: bind.
Starting domain name service…: bind.
ADS HERE !!!